SUBSCRIBE | DAFTARKAN EMAIL KAMU DISINI

Jokowi Didesak Terbitkan Perpres Baru Agar Iuran BPJS Normal Sesuai Putusan MA

Jokowi Didesak Terbitkan Perpres Baru Agar Iuran BPJS Normal Sesuai Putusan MA

KONTENISLAM.COM - Masyarakat Indonesia masih terbebani dengan pembayaran iuran BPJS Kesehatan yang belum turun setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kenaikan iuran tersebut.

Aktivis yang juga mantan Sekjen Prodem, Satyo menilai, BPJS Kesehatan tidak mampu menangani pelayanan kesehatan masyarakat dengan benar.

Sehingga, kenaikan yang diusulkan pemerintah hingga 100 persen juga bukan solusi. Ini lantaran persoalan BPJS Kesehatan bukan soal nilai premi, melainkan terkait mekanisme dan metode akuntabilitas pihak rumah sakit, layanan kesehatan, pemerintah, operator BPJS, dan masyarakat.

"Putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Perpres 75/2019 tentang Jaminan Kesehatan Nasional, konsekuensi dari putusan tersebut adalah iuran BPJS Kesehatan harus kembali ke tarif iuran sebelumnya, seperti diatur Pasal 34 Perpres 82/2018," ujar Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (3/4).

Dengan demikian, Satyo meminta agar Presiden Joko Widodo membuat perpres baru yang merujuk Putusan MA demi kepastian hukum.

“Ini mendesak menghindari BPJS akan tetap menarik iuran dengan besaran yang berubah naik," pungkas Satyo.(rmol)


source https://www.kontenislam.com/2020/04/jokowi-didesak-terbitkan-perpres-baru.html

komentar :


Selengkapnya

Kasus Corona Global Tembus Satu Juta, Hampir 53 Ribu Orang Meninggal Dunia

Kasus Corona Global Tembus Satu Juta, Hampir 53 Ribu Orang Meninggal Dunia

KONTENISLAM.COM - Kasus Coronavirus Disease atau Covid-19 telah melampaui angka satu juta jiwa.

Data dari Universitas Johns Hopkins pada Jumat (3/4) menunjukkan, sudah ada 1.013.157 kasus yang tersebar di 181 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Kasus terbanyak masih dimiliki oleh Amerika Serikat yang saat ini sudah mencapai 243.453 kasus. Lalu ada Italia dan Spanyol dengan 115.242 dan 112.065 kasus.

Jerman juga sudah melampaui jumlah infeksi di China dengan 84.794 kasus. Sementara China sendiri menekan angka infeksi di 81.432 kasus.

Sementara itu, angka kematian akibat Covid-19 juga ikut bertambah. Totalnya ada 52.983 orang meninggal di seluruh dunia.

Angka kematian tertinggi dimiliki Italia dengan 13.915 kasus. Lalu Spanyol dengan 10.348 kasus.

Amerika Serika sendiri memiliki 5.926 angka kematian. Sementara Prancis memiliki 5.387 angka kematian.

Hingga saat ini, baru sekitar seperlima orang yang telah pulih dari infeksi virus corona baru yang ditemukan di Wuhan ini.

Di mana 210.263 orang dinyatakan pulih di seluruh dunia, dengan di China mencapai 76.565 orang yang telah pulih.(rmol)


source https://www.kontenislam.com/2020/04/kasus-corona-global-tembus-satu-juta.html

komentar :


Selengkapnya

Boleh Mudik, Tapi Cegah Virusnya Bagaimana?

Boleh Mudik, Tapi Cegah Virusnya Bagaimana?

OLEH: AHMAD KIFLAN WAKIK

KONTENISLAM.COM - PEMERINTAH Presiden Joko Widodo akhirnya menyatakan untuk tidak melarang warga pulang kampung atau mudik di hari raya Idul Fitri nanti.

Wacana mudik, sebelumnya memang santer akan dilarang. Hal ini, seiring dengan sebaran virus corona atau Covid-19 kian meluas.

Sejak wacana mudik dilarang, masyarakat rantau khususnya yang tinggal di DKI Jakarta melakukan mudik lebih awal ke kampung halaman.

Akibatnya, sejumlah pemerintah daerah kewalahan. Seperti hal di Jawa Tengah, beberapa kabupaten melaporkan peningkatan angka orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19.

Kembali pada izin mudik yang akhirnya diberikan pemerintah. Keputusan itu tentu bersinggungan dengan keputusan Presiden Jokowi yang menerapkan pembatasan sosial bersakala besar (PSBB).

Kebijakan tersebut, diambil untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang tumbuh subur terutama di ibukota negara.

Sejak awal, ahli medis menyebutkan masa inkubasi atau masa hidup virus corona dalam tubuh manusia ada di rentan waktu 14 hari.

Beberapa memang bergejala. Tetapi, tanpa gejala pun seseorang yang sudah tertular dapat menularkan kembali virus tersebut kepada orang-orang sekitarnya.

Lebih mendalam, disebutkan bahwa dalam satu bulan saja satu orang tertular Covid-19 dapat menularkan pada 406 orang lainnya. Pada orang tua, lebih rentan lagi untuk tertular.

Mudik yang merupakan budaya tahunan tidak akan lepas dari interaksi satu sama lain diantara kerabat. Bertolak belakang dengan cara pencegahan Covid-19, yakni mengisolasi diri.

Sehingga, dengan diperbolehkannya masyarakat melakukan mudik. Muncul satu pertanyaan. Bagaimana mencegah virus tidak menular?

Pertanyaan lainnya, apakah pemerintah daerah siap merima warganya pulang dari perantauan? Terutama yang pulang dari daerah zona merah sebaran Covid-19.

Atau sebaliknya, bagaimana orang yang sehat tidak ikut tertular jika dia pulang kampung ke zona merah.

Cara bijaknya, biarkanlah izin pemerintah untuk mudik diberikan. Jika sayang keluarga, sebaiknya mudik ditunda saja dulu atas kesadaran sendiri.


source https://www.kontenislam.com/2020/04/boleh-mudik-tapi-cegah-virusnya.html

komentar :


Selengkapnya

Tetap Terapkan Lockdown, Walikota Sorong: Jangankan Satu Tahun, Dipenjara Lima Tahun Pun Saya Masuk

Tetap Terapkan Lockdown, Walikota Sorong: Jangankan Satu Tahun, Dipenjara Lima Tahun Pun Saya Masuk

KONTENISLAM.COM - Pemerintah daerah di wilayah Papua tetap pada pendirian untuk menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran wabah virus coroa atau Covid-19.

Keputusan tersebut, nyatanya bertentangan dengan pemerintah pusat sebagaimana disampaikan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan soal larangan lockdown.

Walikota Sorong, Lambert Jitmau, pendirian untuk menrapkan lockdown semata-mata untuk menyelamatkan masyarakat.

"Dari pada saya tidak menerapkan lockdown, penyumbang pembawa virus itu msuk ke kota ini, kita ini habis, mau seperti itu? Tidak," kata Lambert dalam video yang beredar di media sosial, Kamis (2/4).

Lambert pun tidak masalah dengan keputusan Presiden Joko Widodo yang tidak menerapkan lockdown.

"Silahkan presiden katakan seperti apa, beliau adalah pemimpin negara, kalau masuk itu (virus corona ke Papua) seperti Jakarta, itu sudah tidak terbendung, akan menyebar itu," jelasnya.

Lambert menerapkan lockdown dengan menutup Bandara Deo dan Pelabuhan Sorong, sejak Rabu 1 April 2020.

Dia pun mengaku tidak masalah jika keputusan untuk lockdown di wilayahnya akan berbuah pada sanksi pidana.

Adapun instruksi Presiden Jokowi, melarang pemerintah daerah menutup bandara dan pelabuhan, karena itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. Jika ada kepala daerah yang nekad melakukan hal tersebut, maka terancam hukuman pidana 1 tahun penjara atau denda Rp 100 juta.

"Masuk penjara satu tahun, jangan satu tahun, lima tahun pun saya masuk. Tapi rakyat ini, saya mau selamat, aman," pungkasnya. (Rmol)



source https://www.kontenislam.com/2020/04/tetap-terapkan-lockdown-walikota-sorong.html

komentar :


Selengkapnya

Temuan Baru, Peneliti China Temukan Subtipe Baru Virus Corona Yang Bisa Bertahan 49 Hari

Temuan Baru, Peneliti China Temukan Subtipe Baru Virus Corona Yang Bisa Bertahan 49 Hari

KONTENISLAM.COM - Para peneliti dari China menemukan virus corona baru bisa bermutasi selama 49 hari dalam tubuh pasien yang sudah terinfeksi.

Satu kasus dari seorang pria paruh baya yang positif Covid-19 menunjukkan, ada kemampuan infeksi berkepanjangan dari virus tersebut.

Dari hasil penelitian, pria tersebut memiliki "toksisitas rendah" yang artinya gejala yang tidak dimiliki tidak parah namun infeksinya lama. Itu juga berarti ia bisa menularkan virus tersebut pada orang lain lebih lama pula.

Penelitian tersebut dilakukan oleh para peneliti di Universitas Kedokteran Angkatan Darat di Chongqing, Rumah Sakit PLA No 967 di Dalian, dan Rumah Sakit Umum Komando Pusat PLA di Wuhan.

Mereka juga telah menerbitkan temuan ini di situs makalah medis ilmiah, MedRxiv pada 27 Maret.

Dalam penelitian itu disebutkan, virus dan inangnya telah membentuk "keseimbangan dinamis". Sehingga, virus sulit untuk dilepaskan dari inangnya dan pria tersebut perlu mendapatkan suntikan darah dari pasien yang telah sembuh agar bisa pulih.

Dimuat Dailymail, pria China yang tidak disebutkan namanya itu mengunjungi sebuah rumah sakit di Wuhan untuk menjalani tes SARS-CoV-2 atau nama lain dari virus corona baru pada 8 Februari 2020.

Pria tersebut mengungkapkan, ia mengalami demam selama sekitar satu pekan, namun tidak memiliki gejala infeksi lainnya seperti batuk.

Ketika diuji, tes Covid-19 yang dikumpulkan dari alat pengambil sampel tenggorokan menunjukkan hasil yang positif pada hari ke-17, 22, 26, 30, 34, 39, 43, dan 49.

Hasilnya pernah negatif pada hari ke-47, yang kemungkinan dianggap sebuah kebetulan.

Ini menunjukkan, "viral shedding" atau pelepasan virus terjadi selama 49 hari. Di mana viral shedding berarti seseorang yang terinfeksi mengeksresikan penyakit (keturunan virus) dalam napas mereka atau melalui tetesan bersin dan batuk.

Penelitian sebelumnya menunjukkan, pelepasan virus berlangsung selama rata-rata 20 hari. Kasus terpanjang yang ditemukan dilaporkan selama 37 hari.

Berdasarkan hipotesa dari Dr Li Tan dan rekannya, semakin lama pelepasan virus, maka kondisi inangnya bisa semakin parah.

“Menariknya, bertentangan dengan kesimpulan di atas, kami di sini melaporkan salah satu kasus yang tidak parah memiliki durasi paling lama pelepasan virus,” lanjutnya.

Kendat begitu, karena pasien tersebut tidak dapat melawan penyakit itu sendiri, maka ia mendapatkan perawatan plasma darah yang telah digunakan di China dan secara eksperimental di Amerika Serikat dan Inggris.

Pasien tersebut diberikan tranfusi plasma darah dari penderita Covid-19 yang telah pulih dan memiliki antibodi penangkal virus dalam darah mereka.

Pasien yang pada awalnya memiliki beberapa lesi yang terinfeksi ke paru-parunya yang menghilang tak lama setelah ia dibawa ke rumah sakit.

Para peneliti mengatakan kasus itu mungkin merupakan "kasus terinfeksi kronis".

Sebelumnya, para peneliti China telah menemukan adanya kemungkinan dua jenis utama SARS-CoV-2, yaitu subtipe L dan subtipe S.

Subtipe L terdapat di sekitar 70 persen pasien dan lebih cenderung menyebar daripada subtipe S.

"Kami tidak dapat memastikan bahwa virus yang terkait dengan Kasus 1 adalah tipe S, tipe L yang bermutasi, atau subtipe baru," ujar Dr Tan dan rekannya.

Kami tidak dapat mengecualikan subtipe baru asli yang tidak diidentifikasi," ombuhnya.

Mereka pada akhirnya memperingatkan akan adanya pasien "kronis" lain yang mungkin memiliki gejala ringan seperti pasien di China tersebut. (Rmol)


source https://www.kontenislam.com/2020/04/temuan-baru-peneliti-china-temukan.html

komentar :


Selengkapnya

Seruan Keras Habib Rizieq soal Pemakaman Jenazah Pasien COVID-19, Bicara Syariat dan Haram

Seruan Keras Habib Rizieq soal Pemakaman Jenazah Pasien COVID-19, Bicara Syariat dan Haram

KONTENISLAM.COM - Habib Rizieq Shihab kembali mengeluarkan seruannya berkenaan dengan adanya penolakan warga atas pemakaman jenazah pasien COVID-19 di sejumlah daerah.
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu menyerukan umat muslim tetap harus memakamkan jenazah pasien positif corona sesuai dengan syariat Islam.

“Kepada segenap umat Islam Indonesia diingatkan bahwa jenazah muslim covid-19 harus diurus secara syariat terkait mandi, kafan, salat jenazah, dan pemakaman,” serunya.

Selain diurus dan dimakamkan dengan prosesi sesuai syariat, jenazah juga tetap harus arus ditangani sesuai petunjuk medis yang benar.

Seperti proses sterilisasi saat dimandikan, dikafankan, pembungkusan dengan plastik, penggunaan peti, dan pemakaman dengan segera.

“Semuanya harus diurus oleh petugas medis resmi yang memakai alat pelindung diri (APD),” sambungnya.

Menurutnya, dengan menjalankan petunjuk itu, maka terjamin secara syariat dan medis bahwa jenazah itu tidak akan menularkan lagi virus yang dalam jasadnya.

“Apalagi, virus corona tidak bisa menyebar dalam plastik, peti, dan tanah,” jelasnya.

Habib Rizieq juga menegaskan bahwa menolak petugas medis yang hendak melakukan proses pemakaman jenazah pasien COVID-19, hukumnya adalah haram.

“Haram diganggu, ditolak, diusir. Apalagi sampai dibongkar makamnya,” tegas dia.

Sosok yang kini masih berada di Arab Saudi itu meyakin, saat umat Islam menjalankan syariat dalam proses penguburan terhadap jenazah sesama muslim, Allah akan menurunkan rahmat bagi warga Indonesia.

“Ini menjadi penyebab turunnya rahmat dan berkah, sehingga Allah segera mengangkat wabah corona dari Indonesia dan seluruh dunia,” tambahnya.

Dikonfirmasi, Sekretaris Umum FPI, Munarman pun membenarkan bahwa seruan itu adalah benar dari Habib Rizieq.

“Benar pesan dari beliau,” singkat Munarman.[pojok satu]



source https://www.kontenislam.com/2020/04/seruan-keras-habib-rizieq-soal.html

komentar :


Selengkapnya

Bergaya BUZZER, Akun Resmi @BNPB_Indonesia DIHAJAR WARGANET !!

KONTENISLAM.COM - Akun resmi twitter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (@BNPB_Indonesia) menjadi sorotan warganet. Bukan karena INFO yang disampaikan, tapi TAGAR yang dimainkan seperti BUZZER. Pada twit 1 April lalu, akun @BNPB_Indonesia menulis disertai tagar #AwasProvokasiLockdown. Sontak warganet berang. Masa akun resmi sekelas BNPB ikut-ikutan jadi buzzer? Dan tagar yang dipakai justru itu provokasi. Lockdown bukan Provokasi. Seruan Lockdown (Karantina Wilayah) itu resmi disarankan oleh IDI, Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI), sampai mantan Wapres JK. IDI: Sejak Awal Kami Menyarankan untuk Lockdown https://www.youtube.com/watch?v=ghmj3C2iI9o Desakan Lockdown yang Terus Menguat untuk Tangani Corona COVID-19 https://tirto.id/desakan-lockdown-yang-terus-menguat-untuk-tangani-corona-covid-19-eGdt Seruan Lockdown itu untuk menyelamatkan nyawa rakyat. Masa BNPB (melalui akun resmi twitternya) menuduh sebagai PROVOKASI??? @salima252: "BNPB badan Nasional penanggulangan bencana... Tapi goblok tagarnya. Menentang lockdown  Artinya situ semua berharap bencana besar terjadi yg situ ga akan bsa Tanggulangin skalanya." @SevenSeas87: "Inget...dgn tagar ini..kalian di BNPB turut btanggungjawab kelak ketika tjadi PENULARAN lbih massif di Indonesia ! catat !!" @mzulkiflimz: "Twitter resmi lembaga pemerintah tapi bikin tagar sekelas Buzzer. Udah jadi barbuk nih." @SyarifAlkadrie3: "Heran ama akun ini, kok bisa bisanya menggunakan tagar yg seharusnya mjd solusi spy penyebaran virus tdk massive. Tugas kalian kan menyelamatkan nyawa, bkn menyelamatkan uang negara." @pr0f1tr0n1: "@BNPB_Indonesia Tagarnya justru memprovokasi itu." @the_cangklong: "Yg kasih saran lockdown dari IDI lhoo, jgn main"....msa sekelas IDI mw provokasi...  Gmna siih...." @NawawiMm: "Badan Nasional Pengelola Buzzer" Twitter resmi lembaga pemerintah tapi bikin tagar sekelas Buzzer. Udah jadi barbuk nih.— Muhammad Zulkifli (@mzulkiflimz) April 2, 2020 Badan Nasional Pengelola Buzzer— Mumu (@NawawiMm) April 1, 2020 Ketahuan kalau adminnya cebong togog.— Jq Kml (@jqkml) April 2, 2020 Hastagnya buzer banget min.. Yg 300 taruna polisi kapan masuk data min..kok blm ada penambahan 300 cases.. Apa masuk secara bertahap..— MERAH PUTIH (@mraden140) April 2, 2020
http://dlvr.it/RT4Xbh

komentar :


Selengkapnya

Kompolnas Soroti Wakapolri yang Hadiri Pernikahan Kompol Fahrul Sudiana

Kompolnas Soroti Wakapolri yang Hadiri Pernikahan Kompol Fahrul Sudiana

KONTENISLAM.COM - Kompolnas menyoroti kehadiran Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono yang menghadiri pernikahan Kompol Fahrul Sudiana dengan selebgram Rica Andriani. Pesta pernikahan itu berbuntut panjang karena digelar di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Saat virus Corona mewabah di Indonesia, pemerintah mengimbau agar masyarakat melakukan physical distancing atau menjaga jarak. Begitu juga dengan Kapolri Jenderal Idham Azis yang mengeluarkan Maklumat Kapolri agar dipatuhi oleh seluruh masyarakat, termasuk anggota Polri.

Komisioner Kompolnas, Andrea Poeloengan, awalnya berbicara dari perspektif hukum, pada saat itu Maklumat Kapolri belum dapat menjadi rujukan hukum dan hanya sebagai imbauan. Menurutnya, dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan, maklumat bukan termasuk peraturan perundang-undangan.

"Jadi dari sudut peraturan perundangan-undangan tidak ada aturan hukum yang dilanggar," kata Andrea saat dihubungi, Kamis (2/4/2020).

Namun, kata dia, dari perspektif kode etik dan disiplin Polri, Maklumat Kapolri merupakan perintah lisan Kapolri yang dituangkan dalam tulisan dan bersifat perintah bagi seluruh jajaran Polri. Maka Kapolsek tersebut termasuk melanggar perintah pimpinan Polri.

"Maka, tidak hanya Kapolsek saja seharusnya yang dikenai sanksi kode etik atau disiplin, tetapi seluruh anggota/pejabat Polri yang hadir tanpa kecuali wajib diperiksa Propam dan segera disidangkan tidak dalam waktu yang lama," katanya.

"Termasuk Kanit Intel, Kapolsek dan Kasat Intel yang wilayah lokasi tempat pesta harus diperiksa, karena mengapa tidak mencegah sebelumnya dengan membatalkan izin keramaian serta membubarkan pesta tersebut," lanjutnya.

Lalu dalam foto yang beredar, Komjen Gatot selaku Wakapolri menghadiri pesta pernikahan itu. Maklumat Kapolri saat itu pun sudah berlaku bagi seluruh masyarakat termasuk anggota Polri.

"Kalau Wakapolri hadir, berarti iya lah, termasuk insubordinasi dari perintah dalam Maklumat Kapolri, dan merupakan dugaan pelanggaran yang wajib diperiksa oleh Propam," katanya.

Dia mengatakan perintah dalam Maklumat Kapolri ini bukan perintah sembarangan karena merupakan perpanjangan perintah Presiden untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Menurutnya, perintah tersebut adalah perintah dan kebijakan pimpinan tertinggi dari Kapolri dan Polri sebagai lembaga.

"Makan jika bicara etis dan kepatutan siapapun sepanjang mereka anggota/pejabat Polri dalam konteks kode etik dan disiplin Polri, wajib tunduk mutlak tanpa kecuali terhadap maklumat tersebut. Jika terbukti melanggar, bagi saya jika di hukum demosi atau pemberhentian dengan tidak hormat, adalah hal yang wajar," pungkasnya.(detik)


source https://www.kontenislam.com/2020/04/kompolnas-soroti-wakapolri-yang-hadiri.html

komentar :


Selengkapnya

Dr. Warsito: JAM BERAPA YANG TEPAT UNTUK BERJEMUR MATAHARI terkait COVID-19?


KONTENISLAM.COM - Dr. Warsito Purwo Taruno, penemu Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT) menyampaikan tentang jam berapa untuk berjemur matahari dalam rangka mencegah/memgatasi virus covid-19.

 Selama ini terjadi kontroversi, sebenarnya jam berapa yang tepat untuk berjemur sinar matahari dalam rangka mencegah/mengatasi viurs covid-19.

 Pendapat Dr. Warsito ini paling mantab. Simak:

JAM BERAPA YANG TEPAT UNTUK BERJEMUR?

 Cara menghitung panjang gelombang yang tepat untuk mematikan virus corona.
 Berdasarkan persamaan resonansi gelombang elektromagnetik seperti terlampir, panjang gelombang yang tepat bisa berinteraksi dengan protein dan virus (kumpulan protein) untuk mematikan virus adalah sbb:

 Dengan ukuran virus: 60-140 nm (1 nm = 1/milyar m), panjang gelombang yang pas berada pada 380~880 nm, bertepatan dengan panjang gelombang UV-A dan seluruh cahaya nampak.

 Jadi untuk mematikan virus corona tak memerlukan UV-B (UV dengan panjang gelombang lebih pendek dari UVA, lebih kuat, berguna untuk membantu produksi vit D), maupun UV-C (UV yang panjang gelombangnya paling pendek, paling kuat).

 UV-A: Bisa didapat jam berapa saja selama ada sinar matahari.
 UV-B: Bisa didapat dari sumber sinar matahari jam 10-12 siang.
 UV-C: Bisa menghancurkan protein/RNA virus dalam sekejap, beresiko menyebabkan kanker kulit; tetapi UV-C hanya didapat dari sinar matahari di daerah kutub yang ada ozone hole, tidak terjadi di daerah dekat katulistiwa karena tersaring oleh atmosfer bumi;  UV-C sering dibangkitkan dengan lampu UV untuk melakukan sterilisasi air minum.

 Jadi jam berapa baiknya berjemur untuk mematikan virus (untuk daerah katulistiwa)? Jawabnya: Jam berapa saja selama sinar matahari ada.

(Dr. Warsito Purwo Taruno)

 *Sumber: fb Dr. Warsito Purwo Taruno (2/4/2020)



source https://www.kontenislam.com/2020/04/dr-warsito-jam-berapa-yang-tepat-untuk.html

komentar :


Selengkapnya

Jokowi Jelaskan Alasan Tolak Karantina Wilayah, Pengamat: Jelas Lebih Utamakan Ekonomi Dibanding Nyawa Rakyat

Jokowi Jelaskan Alasan Tolak Karantina Wilayah, Pengamat: Jelas Lebih Utamakan Ekonomi Dibanding Nyawa Rakyat

KONTENISLAM.COM - Presiden Joko Widodo dinilai lebih mengutamakan ekonomi dibanding kepentingan menyelamatkan nyawa rakyatnya di tengah wabah virus corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun merespon pidato Presiden Joko Widodo di Batam yang mengemukakan alasannya tidak membolehkan karantina wilayah.

"Narasi Jokowi itu perlu dikritik, terlihat jelas lebih mengutamakan ekonomi dibanding nyawa rakyat. Mengapa? Karena meski ada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tetapi masih membolehkan orang hilir mudik menjalankan aktivitas ekonomi," ucap Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (2/4).

Padahal, kata Ubedilah, aktivitas ekonomi tersebut mendorong tingginya lalu lintas sosial. Sehingga berpotensi besar penyebaran virus corona yang mengakibatkan korban akan terus berjatuhan.

"Sepertinya ada imajinasi atau tafsir yang keliru pada Jokowi tentang karantina wilayah sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 53, 54, 55 UU 6/2018. Jokowi membayangkan karantina wilayah itu harus berlaku diseluruh wilayah Indonesia sehingga takut ekonomi lebih cepat ambruk. Itu tafsir yang keliru," jelasnya.

Lanjutnya, jika mencermati isi UU 6/2018 makan akan menemukan benang merah bahwa detail karantina wilayah perlu diatur dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP).

"Nah dalam PP itu bisa lebih di detailkan lagi bahwa karantina wilayah hanya boleh diajukan oleh daerah yang termasuk zona merah Covid-19 melalui surat resmi kepada presiden. Jadi kalau karantina wilayah hanya boleh dilakukan di daerah zona merah itu akan lebih efektif dan tidak akan mengganggu ekonomi secara signifikan dan pada saat yang sama covid-19 tidak menyebar kemana-mana," bebernya.

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini pun menilai kebijakan PSBB yang diambil oleh Presiden Jokowi akan mengakibatkan penyebaran virus akan terus berantai dan lebih panjang waktunya untuk menghentikan rantai penyebaran yang berakibat korban terus berjatuhan.

"Kritik berikutnya, kalau Jokowi takut perekonomian Indonesia makin memburuk, kan sudah dibuat Perpu 1/2020 tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan pandemik Covid-19," katanya.

"Jadi tidak perlu khawatir tentang kondisi ekonomi karena sudah dibuat Perpu nya yang cenderung 'menghalalkan segala cara' itu untuk mengamankan ekonomi Indonesia," pungkas Ubedilah. (rmol)


source https://www.kontenislam.com/2020/04/jokowi-jelaskan-alasan-tolak-karantina.html

komentar :


Selengkapnya


Back to Top

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top