SUBSCRIBE | DAFTARKAN EMAIL KAMU DISINI

Bicara Si Miskin Agar Tak Tularkan Penyakit ke Si Kaya, DPP KNPI Pidanakan Jubir Pemerintah

KONTENISLAM.COM - Pernyataan Juru Bicara pemerintah untuk penanganan kasus COVID-19, Achmad Yurianto yang mengatakan bahwa Virus Corona ini memudah menular dari orang miskin membuat marah Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama. Dia mengatakan, pernyataan Yuri adalah rasis dan wajib dipidanakan. “Di tengah kondisi seperti ini pernyataan Yuri sangat tidak etis. Sebagai Jubir pemerintah harusnya Dia biasa menyampaikan sesuatu yang tidak menyinggung pihak manapun,” kata Haris dalam keterangan persnya, Sabtu (28/3/2020). Pidatonya terkait dengan update penanganan Corona, Yuri menyebut bahwa yang kaya melindungi yang miskin dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya. Tentu pernyataan ini membuat geger, karena diangggap pidato tersebut sumber penyakit datang dari orang-orang miskin. “Ini sudah rasis, tidak pantas keluar dari mulut pejabat. Penyakit ini menyerang bukan pada orang kaya maupun orang kurang mampu, tapi menyerang siapapun. Kami sangat menyesalkan pernyataan ini. Apalagi ini disiarkan oleh stasiun tv, tentu akan sangat menyakitkan,” tegas Haris. DPP KNPI mengancam akan membuat class action terkait pernyataan Yuri tersebut. Bahkan KNPI mengancam akan melakukan aksi agar presiden memecat Yuri sebagai jubir penanganan corona sekaligus jabatannya di Kemenkes. “Kami akan laporkan Yuri ke polisi atas ucapannya itu. Karena ini sudah penghinaan kepada masyarakat. Kami juga meminta agar Presiden Jokowi memecatnya dari semua jabatannya. Yuri juga harus meminta maaf kepada masyarakat kurang mampu sesegera mungkin,” tandas Haris. Achmad Yurianto sendiri sudah mengkarifikasi terkait pernyataannya yang viral di media sosial soal si kaya dan si miskin saling membantu cegah Corona. Yuri menegaskan bahwa dia tidak bermaksud merendahkan masyarakat miskin. “Itulah yang saya katakan yang kemudian saya di-bully di mana-mana itu kan. Mbok yang kaya itu lho, saya sih memang agak keras ngomongnya. Bukan dalam rangka menghina yang miskin. Saya itu lebih mengatakan untuk menekan yang kaya,” ujar Yuri saat dihubungi, Sabtu (28/3/2020). Yuri lantas mencontohkan pekerjaan asisten rumah tangga (ART). Dia mengatakan mobilitas ART yang tinggi berpotensi menularkan virus Corona. “Tetapi persepsinya di balik. Dikira saya menyudutkan yang miskin. Padahal saya ingin mempermalukan yang kaya gitu lho. Misalnya di rumah punya asisten rumah tangga, ART itu tiap hari mondar-mandir dari rumahnya ke rumah majikan, dia naik angkot kan resikonya tinggi toh untuk tertular. Kalau dia nanti sakit terus di rumah majikan sakit semua kan jadi repot,” ungkapnya. Yuri menyayangkan ucapannya itu yang viral di media sosial justru diputarbalikkan. Dia menegaskan kembali bahwa ingin menyentil orang kaya, bukan menyudutkan orang miskin. “Diputar, dikira saya menghina yang miskin kan. Padahal coba kalau dilihat siapa? nggak mungkin orang miskin orang miskin nggak punya twitter, iya kan. Yang ngomong itu orang yang kaya itu loh,” tutur Yuri. (*) Sumber: indonesiasatu.co.id
http://dlvr.it/RSmBvB

komentar :


Selengkapnya

Jokowi Mulai Tidak Didengar Bawahannya

KONTENISLAM.COM - Kebijakan keringanan kredit bagi ojek online yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dianggap tergesa-gesa dan tidak didengarkan oleh bawahannya. Begitu kata Direktur Eksekutif Center for Social, Political, Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun melihat banyaknya protes dari ojek online maupun masyarakat lainnya yang masih dikejar oleh rentenir kredit kendaraan, meskipun telah memperlihatkan statemen Presiden Jokowi. “Itu terlihat tergesa-gesa, panik dengan keadaan. Tanpa komunikasi dengan OJK dan dunia perbankan. Seharusnya seorang pemimpin dalam situasi panik mampu mengontrol dirinya untuk tidak membuat kebijakan yang bersifat reaktif," ujarnya, Minggu (29/3). Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu menilai kebijakan yang tidak sesuai dengan kenyataan tersebut juga semakin memperlihatkan buruknya jiwa leadership dan manajemen administrasi pemerintahan Jokowi-Maruf. "Harusnya begitu kebijakan sudah diluncurkan, bawahannya seperti Menkeu dan institusi keuangan lainya seperti OJK, BI, dan pimpinan perbankan segera merespon. Ternyata itu tidak terjadi,” tuturnya. “Ini juga artinya Jokowi mulai tidak didengar," pungkas Ubedilah. (rmol)
http://dlvr.it/RSmBv9

komentar :


Selengkapnya

Wibawa Jokowi Runtuh Dikangkangi Kepala Daerah yang Lebih Peduli Rakyatnya

KONTENISLAM.COM - Wibawa Presiden Joko Widodo seperti tengah runtuh di hadapan pemerintah daerah. Ini lantaran banyak  kepala daerah yang tetap melakukan lockdown tanpa memperhatikan instruksi pemerintah pusat. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengurai bahwa banyak daerah yang mulai melakukan lockdown lokal, mereka mencegah masuknya orang yang berpotensi membawa virus corona baru atau Covid-19 ke wilayahnya. Keputusan tanpa memikirkan instruksi pemerintah pusat itu menunjukkan bahwa rezim ini cenderung buruk. "Ketika daerah lakukan lockdown tanpa melihat instruksi pusat, maka saat itulah wibawa pemerintah pusat runtuh, pemerintahan semacam ini cenderung buruk," ujarnya, Minggu (29/3). Tidak hanya pemerintah kabupaten/kota yang melakukan lockdown, sejumlah desa dan kampung juga melakukan hal serupa. Salah satunya Kampung Jaha di Kota Bekasi yang turut melakukan lockdown lokal untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kampung mereka. Singkatnya, Presiden Joko Widodo harus benar-benar merenungkan apa yang dilakukan pusat. Terlebih kini daerah mulai mencari jalan sendiri-sendiri untuk menyelamatkan warganya. "Presiden seharusnya menatap cermin sungguh-sungguh membayangkan rakyatnya mencari jalan keselamatan sendiri. Ini bukan soal mencipta kepanikan, tapi soal bagaimana pemerintah pusat mampu mengelola serta menangani kondisi darurat," pungkas Dedi. (rmol)
http://dlvr.it/RSmBv4

komentar :


Selengkapnya

Beredar Video Tumpukan Kantong Sampah Diklaim Masker Bekas Diangkut Truk

KONTENISLAM.COM - Sebuah video pendek truk pengangkut barang bekas tengah menjadi perbincangan di media sosial. Diunggah di akun Instagram @lambenyinyir_official, para pekerja diduga sedang mengangkut tumpukan masker bekas yang sudah disimpan di dalam beberapa karung. Akun tersebut mengaku menerima video itu dari kiriman seorang netizen. Namun tak disebutkan lokasi maupun pihak pengelol truk tersebut. " Belum diketahui entah mau di buang atau mau dikirim... Tapi yang terpenting kalo sudah pake masker sabaiknya di rusak dulu atau di gunting biar gak Ter jadi hal-hal yang nggak di inginkan. Video: kirim DM. Lokasi : belum di ketahui," tulis admin akun tersebut, dikutip Sabtu 28 Maret 2020. Dilihat dari video yang diunggah akun Instagram itu, seorang perekam diduga pria tampak dengan leluasa merekam video saat dua orang berpakaian kaos oblong mengangkut beberapa tumpuk kantong berwarna hitam ke dalam sebuah truk. Si perekam tanpa memperlihatkan isi dari kanting itu menyebut jika barang yang dibawa adalah masker bekas pakai. Bahkan dia menyatakan jika kantong itu berisi jutaan masker bekas. Sang pengirim video juga mengklaim masker-masker itu dihimpun dari para pemulung untuk didaur ulang. Bahkan dia menuding jika masker itu akan dijual kembali. Pengelola akun tersebut juga tak bisa memastikan keakuratan informasi yang diterimanya. Namun dia berpesan agar para followernya menggunting kecil-kecil terlebih dahulu sebelum dibuang. " Dikhawatirkan akan disalahgunakan oleh oknum untuk didaur ulang," pesan si pemilik akun tersebut. View this post on Instagram . Belum diketahui entah mau di buang atau mau dikirim... . Tapi yg terpenting kalo sudah Ake masker sabaiknya di rusak dulu atau di gunting biar gak Ter jadi hal2 yg gak di inginkan.....🙏🏻🙏🏻 . Video: kirim DM Lokasi : belum di ketahuiA post shared by LAMBENYINYIR (@lambenyinyir_official) on Mar 27, 2020 at 9:05pm PDT Warganet Geram Meski belum bisa dipastikan kebenaran informasi tersebut, warganet sudah terburu informasi dengan keterangan si perekam video tersebut. Mereka membabi buta langsung melancarkan tuduhan terhadap video yang masih sumir itu " Ada saja uang cari untung saat kesempatan ini," tulis @_sh.rtatii. " Otaknya nggak ada, cuma ada duit, duit, duit," tulis @azhaar_kanaya. " Anjirr yaa orang Indonesia begini banget kelakuannya. Duit sgalanya udh ngebuatain apapun, hati nurani aja udah pada nggak ada!!" tulis @windi_yoyoy. " Parah... Emang seharusnya pas kita mau buang harus disobek dulu agar terhindar dari oknum yang nggak tanggung jawab... Berbentuk apa pun itu,mau botol sampo,minyak wangi apa pun bentuknya yang bisa dijual oleh pemulung harap dirobek atau digunting," tulis @ yahya4768.(dream)
http://dlvr.it/RSmBsr

komentar :


Selengkapnya

AS Tembus 116 Ribu Kasus Corona, Donald Trump Lockdown New York

AS Tembus 116 Ribu Kasus Corona, Donald Trump Lockdown New York

KONTENISLAM.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akan mengambil langkah tegas menyikapi tingginya penyebaran virus corona di negaranya. Setidaknya ada tiga negara bagian AS yang akan segera di-lockdown, termasuk New York.

Dikutip Pojoksatu.id dari Metro.co.uk, Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk mengunci seluruh negara bagian New York, New Jersey dan Connecticut dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Berbicara kepada wartawan pada Sabtu (28/3/2020), Trump menyebut New York merupakan salah satu titik episentrum pandemi Covid-19 di Amerika Serikat. Sehingga langkah mengunci keseluruhan kota itu dianggap sangat mungkin dilakukan.

“Beberapa orang ingin melihat New York dikarantina karena itu adalah hotspot – New York, New Jersey mungkin satu atau dua tempat lain, bagian tertentu dari Connecticut dikarantina,” kata Trump.

“Saya sedang memikirkan itu sekarang. Kita mungkin tidak harus melakukannya tetapi ada kemungkinan bahwa suatu hari nanti kita akan melakukan karantina – jangka pendek – dua minggu untuk New York, mungkin New Jersey, bagian-bagian tertentu dari Connecticut.”

Trump menyampaikan hal itu dari Norfolk, Virginia, ketika dia bersiap untuk mengirim Kapal Rumah Sakit Angkatan Laut AS ke New York City pada hari Sabtu.

Presiden AS itu menambahkan bahwa lockdown – yang dapat membuat 32 juta orang dikurung – akan membebaskan pengemudi truk yang membawa pasokan ke salah satu negara yang terkena dampak, atau yang mengemudi melalui New York, New Jersey atau Connecticut dalam perjalanan ke negara bagian lain.

Trump membuat pengumuman setelah Gubernur New York Andrew Cuomo mengumumkan 7.681 didiagnosa terpapar Covid-19 baru di seluruh negaranya dalam 24 jam terakhir.

Dia menambahkan bahwa 728 orang meninggal karena Covid-19 di seluruh New York. Sebanyak 52.318 orang di seluruh New York kini telah didiagnosis positif corona, jauh lebih banyak daripada negara bagian AS lainnya.

New Jersey adalah negara bagian dengan kondisi terburuk kedua, dengan 8.825 positif. Warga New York telah diperintahkan untuk tinggal di rumah kecuali untuk mengunjungi supermarket, apotek atau untuk latihan harian singkat.

Kota New York yang biasanya ramai menjadi kota hantu ketika orang-orang memperhatikan saran itu dan tetap tinggal di dalam rumah. Connecticut semakin jauh di bawah meja liga AS, dengan Trump berencana untuk mengkarantina karena kedekatannya dengan New York.

Ditanya tentang karantina yang diusulkan pada hari Sabtu, Gubernur Connecticut, Cuomo memprotes karena khawatir dalam hal pelaksanaannya. “Saya tidak tahu bagaimana hal itu dapat ditegakkan secara hukum,” kata Cuomo.

Secara keseluruhan, jumlah penderita Covid-19 di AS menembus angka 116.448 hingga Minggu (29/3/2020) dini hari WIB. Dari jumlah tersebut, 1.943 telah meninggal dunia dan 3.224 dinyatakan sembuh. AS menjadi negara penderita Covid-19 terbanyak di dunia.[pojoksatu]



source https://www.kontenislam.com/2020/03/as-tembus-116-ribu-kasus-corona-donald.html

komentar :


Selengkapnya

97 WNA Jamaah Tabligh Dirujuk ke Wisma Atlet, 5 Dipulangkan ke Palestina

97 WNA Jamaah Tabligh Dirujuk ke Wisma Atlet, 5 Dipulangkan ke Palestina

KONTENISLAM.COM - Sebagian besar anggota Jamaah Tabligh yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) yang sebelumnya diisolasi di Masjid Kebon Jeruk, Jakarta Barat dirujuk ke Wisma Atlet, Kemayoran. Mereka berstatus ODP Virus Corona.

Seperti diketahui, Wisma Atlet merupakan Rumah Sakit Darurat penanganan korona (Covid-19).

“Rencana malam ini akan datang pasien dari Jamaah Tabligh yang sebelumnya diisolasi di masjid Kebon Jeruk, Jakarta Barat,” kata Kasdam Jaya sekaligus Wakil Kogasgabpad, Brigjen TNI M. Saleh, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu malam (28/3), seperti dikutip dari Antara.

Dalam pernyataannya tersebut dikatakan bahwa menurut informasi yang diterima dari Pemerintah Kota Jakarta Barat, terdapat total 208 pasien, yang terdiri atas 106 warga negara Indonesia (WNI) dan 102 WNA.

Dari total jumlah WNA tersebut, lima di antaranya akan langsung kembali ke negara asal, yakni Palestina. Dengan demikian, total jumlah WNA yang dirujuk ke RS Darurat Korona Wisma Atlet berjumlah 97 orang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ratusan jamaah Masjid Jami Kebon Jeruk berstatus orang dalam pemantauan (ODP), setelah tiga WNI diduga terpapar virus corona dan dibawa ke RS Darurat Wisma Atlet terlebih dahulu. Sebanyak tiga orang itu terdiri atas seorang warga Sumatera Utara dan dua orang asal Aceh.

Sebanyak 335 pasien dirawat inap di rumah sakit darurat untuk penanganan korona Wisma Atlet Kemayoran, terhitung hingga Sabtu, pukul 13.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, 80 orang dinyatakan positif, sedangkan 216 lainnya pasien dalam pengawasan (PDP) dan 39 lainnya ODP.[pojok satu]



source https://www.kontenislam.com/2020/03/97-wna-jamaah-tabligh-dirujuk-ke-wisma.html

komentar :


Selengkapnya

Ribuan Orang Positif Corona di Indonesia, Lockdown Sudah Paling Ideal, Ini yang Mesti Dipersiapkan Negara

Ribuan Orang Positif Corona di Indonesia, Lockdown Sudah Paling Ideal, Ini yang Mesti Dipersiapkan Negara

KONTENISLAM.COM - Kebijakan lockdown memang perlu diberlakukan pemerintah untuk meminimalisasi sebaran virus corona baru atau Covid-19 di Indonesia.

Dorongan itu pun terus didengungkan oleh masyarakat. Teranyar oleh Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD), Dr. Mukhaer Pakkanna.

“Memang ideal kebijakan lockdown diberlakukan jika ingin meminimalisir eskalasi wabah Covid-19,” ujarnya kepada redaksi, Minggu (29/3).

Hanya saja, Mukhaer memberi sejumlah catatan sebelum pemerintah benar-benar menerapkan kebijakan antisipasi yang juga dilakukan oleh banyak negara maju itu. Catatan ini berkaitan dengan mobilitas rakyat yang dibatasi.

Ia menjelaskan, di beberapa negara yang memberlakukan lockdown, setiap orang yang mau bepergian dari satu tempat tertentu ke tempat yang lain, harus punya izin. Jika tidak, maka akan dikenakan sanksi.

“Harus dihukum. Tentu, aparat dan perangkatnya harus siap. Aransemen kelembagaan dan aturan harus ditata apik. Jika perangkat dan SDM tidak disiapkan, kebijakan lockdown akan mubazir,” ujarnya.

“Apalagi negara kita sejatinya, meminjam term Gurnar Myrdal, yaitu masih diatributkan sebagai negara softstate atau negara lunak,” sambung Mukhaer.

Pemerintah juga harus membuat model kebijakan yang memikirkan masyarakat kecil. Khususnya pekerja informal, pedagang kaki lima, tukang batu, tukang parkir, nelayan miskin, petani penggarap, dan lain-lain.

“Siapkah negara memproteksi mereka selama masa karantina? Atau mungkin para orang kaya, politisi kaya, kritikus kaya, atau selebriti kaya siap memproteksi kehidupan mereka selama masa karantina? Bagaimana model kebijakan stimulasi dari negara untuk menghidupi mereka yang papa dan termarjinalkan ini?” terang Mukhaer.

Lebih lanjut, menurut Mukhaer, wabah Covid-19 ini membangun kesadaran untuk kembali pada semangat gotong royong.

Pemerintah sendiri sudah mengais-ngais dana dari pemotongan beberapa anggaran tahun 2020 dan katanya sudah terkumpul Rp 121,3 triliun dan utang luar negeri baru untuk penanganan efek wabah Covid-19 dari Bank Dunia sudah cair Rp 4 triliun.

Selain itu, pemerintah dengan berbagai keterbatasannya sedang menyusun beberapa aturan, kelembagaan dan perangkatnya. “Jiika memang sudah siap dan kita kompak dalam suasana gotong royong, silakan kebijakan lockdown itu dilansir. Itulah ikhtiar kita,” pungkas Mukhaer.[pojok satu]



source https://www.kontenislam.com/2020/03/ribuan-orang-positif-corona-di.html

komentar :


Selengkapnya

Jokowi Dibiarin Sendiri, Menteri Ngilang Hingga Sibuk Cari Sumbangan

Jokowi Dibiarin Sendiri, Menteri Ngilang Hingga Sibuk Cari Sumbangan

KONTENISLAM.COM - Pemerintah dinilai lamban dan kurang serius dalam menangani virus corona baru atau Covid-19 yang tengah melanda tanah air.

Demikian kegelisahan yang dituliskan pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio melalui akun twitter pribadinya.

Hensat, sapaan akrabnya, lantas menyindir para menteri Presiden Joko Widodo yang menghilang satu per satu dalam menghadapi virus ini.

"Selama isu Covid19: Menko PMK nggak keliatan batang hidungnya. Menperin nggak lincah padahal bisa minta industri produksi APD. Menaker nggak kinclong padahal banyak tenaga kerja terancam PHK. Mensos kurang geliat padahal jelas ini ada masalah sosial. Menkes You know lah, dan lain-lain," kicaunya

Founder lembaga survei Kedaikopi ini juga menyoroti kinerja Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang sedang gencar minta sumbangan ke pihak lain. Salah satunya berharap IMF bisa mengucurkan dana.

Senada itu, Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan juga sedang sibuk mencari investasi bantuan.

Akibatnya Presiden Joko Widodo pun terkesan bekerja sendirian dalam menyelesaikan pandemik virus mematikan asal Wuhan, China ini.

"Jokowi dibiarin kerja sendiri. Jokowi bilang ada keringanan kredit, jajaran di bawahnya nonton. Jokowi bilang B jajarannya gerak selow. Gue sudah berdoa supaya lebih baik," sambung Hensat dengan penuh harap.

Hingga Sabtu (28/3), tercatat jumlah total kasus positif Covid-19 telah mencapai 1.155 orang. Di samping itu, angka kasus kematian dan sembuh juga mengalami peningkatan.

Pasien yang dinyatakan sembuh dan dipulangkan totalnya menjadi 59 orang. Sementara untuk kasus meninggal dunia menjadi 102 orang.[rmol]


source https://www.kontenislam.com/2020/03/jokowi-dibiarin-sendiri-menteri-ngilang.html

komentar :


Selengkapnya

Ghana Lockdown, Presiden: Kita Tahu Cara Memulihkan Ekonomi, Tapi Tidak Dengan Menghidupkan Orang

Ghana Lockdown, Presiden: Kita Tahu Cara Memulihkan Ekonomi, Tapi Tidak Dengan Menghidupkan Orang

KONTENISLAM.COM - Presiden Ghana, Nana Akufo Addo mengumumkan lockdown secara parsial pada Jumat (27/3).

Dalam pidatonya, Akufo Addo mengatakan, sesuai dengan sumpahnya sebagai Presiden pada 7 Januari 2017, tugasnya adalah untuk melindungi rakyat Ghana.

Dengan begitu, ia mengatakan akan melakukan tugas tersebut dengan beberapa langkah yang dipersiapkan guna menghentikan menyebaran virus mematikan, virus corona atau Covid-19.

Saat ini, ada beberapa kota yang telah menjadi pusat penyebaran virus corona di Ghana, di antaranya Accra, Tema, Kasoa, dan Kumasi.

"Meskipun dapat dikatakan bahwa jumlah infeksi kami masih, relatif, rendah, jika kami bertindak sekarang, kami bisa memiliki peluang untuk mencegah peningkatan jumlah kasus," ujar Akufo Addo.

Dengan begitu, Akufo Addo mengumumkan melakukan lockdown secara parsial yang mulai berlaku efektif pada Senin (30/3) pukul 1.00 waktu setempat.

"Di bawah UU Pembatasan Perbatasan 2020 (UU 1012), pembatasan pergerakan orang-orang di Greater Accra Metropolitan Area (GAMA, yang mencakup Awutu Senya East), dan Greater Kumasi Metropolitan Area serta distrik-distrik yang berdekatan, berlaku untuk jangka waktu dua minggu, dan dapat ditinjau," umumnya.

Setelah lockdown diberlakukan, semua orang yang tinggal di daerah-daerah tersebut harus tinggal di rumah selama dua pekan, kecuali untuk membeli makanan, obat-obatan, air, dan ke bank.

Semua kendaraan umum dan bisnis yang tidak diperlukan juga akan dihentikan, seperti dilansir dari laman resmi Pemerintah Ghana.

Dalam pidatonya tersebut, Akufo Addo juga akan melakukan serangkaian langkah untuk menstimulus ekonomi di mana Bank of Ghana memprediksi pertumbuhan PDB untuk 2020 akan menjadi yang terburuk.

"Saya yakinkan anda bahwa kami tahu apa yang harus dilakukan untuk menghidupkan kembali perekonomian. Apa yang kita tidak tahu adalah bagaimana melakukannya adalah untuk menghidupkan kembali orang," ungkapnya.

"Karena itu, kami akan melindungi kehidupan orang lain, kemudian mata pencaharian mereka," lanjut Akufo Addo.[rmol]


source https://www.kontenislam.com/2020/03/ghana-lockdown-presiden-kita-tahu-cara.html

komentar :


Selengkapnya

Benny Harman Beri Panduan Moral Ke Jokowi Agar Tidak Ragu Lockdown

Benny Harman Beri Panduan Moral Ke Jokowi Agar Tidak Ragu Lockdown

KONTENISLAM.COM - Presiden Joko Widodo tampak masih ragu meniru langkah negara maju dalam mengantisipasi sebaran virus corona baru atau Covid-19. Padahal kini virus mematikan asal Wuhan, China telah menjangkit lebih dari seribu orang di tanah air.

Politisi Partai Demokrat, Benny K. Harman pun memberi panduan moral kepada Presiden Joko Widodo agar tidak ragu melakukan lockdown.

Panduan moral itu adalah tentang pemimpin yang harus mengutamakan keselamatan rakyat dalam situasi krisis.

“Salus populi first. Asal demi rakyat, aturan hukum apapun bisa diabaikan,” tuturnya dalam akun Twitter pribadi, Minggu (29/3).

Dengan berbekal pesan moral tersebut, anggota Komisi III DPR ini mendesak mantan walikota Solo itu untuk tidak lagi ragu. Lockdown harus dilakukan segera agar Covid-19 tidak semakin mewabah.

“Pak Jokowi jangan pernah ragu negara RI di-lockdown jika itu jalan utuk menyelamatkan rakyat. Liberte!” tutupnya.[rmol]


source https://www.kontenislam.com/2020/03/benny-harman-beri-panduan-moral-ke.html

komentar :


Selengkapnya


Back to Top

Artikel Terkait Lainnya

Back to Top